Ini Ceritaku ! Mana Ceritamu ?


A Story Past and Now

A story after high school …

Tahun 2010, setelah lulus SMA, saya mencoba untuk mengikuti tes SNMPTN di salah satu perguruan tinggi negeri yang terdapat di Samarinda. Alhasil, saya pun diterima pada salah satu parody. Beberapa hari kemudian, datang seseorang yang menawari pekerjaan untuk bekerja di sebuah SMP swasta. Tawaran tersebut membuat  bingung. Dan akhirnya, setelah beberapa hari bersemedi. Kayak dukun aja. Hihhhiihi. Saya memutuskan untuk bekerja.

Hidup memang harus memilih. Itulah yang terpikirkan dan akan selalu saya pikirkan di dalam kehidupan ini. Dan bagaimanapun juga aku harus siap menanggung semua resiko terhadap apa yang telah ku pilih.

Semenjak saat  itu, muncul keinginan untuk bekerja sambil kuliah. Dan keinginan itupun terwujud. Setelah mengikuti seleksi di dua sekolah tinggi, akhirnya saya diterima di dua sekolah tinggi itu juga. Namun, sekali lagi saya harus memilih diantara keduanya. Pilihan saya jatuh pada sekolah tinggi yang paling banyak dihuni oleh orang yang sudah bekerja. Apalagi kalau bukan di Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi satu-satunya yang berada di kota Sangatta.

Hari- hari ku lalui di tempat perkuliahan, canda dan tawa selalu mengisi hari- hari, berbeda dengan masa saat aku duduk di bangku SMA. I was too serious to learn, hingga hampir tidak ada waktu untuk bersenang-senang.  Dan pada suatu hari di tempat kuliah, I met with my first friend , yaitu seorang wanita yang sekarang bekerja sebagai bendahara di Dinas P****p***n (status: married). Tak lama berselang, aku mulai berbaur dengan yang lainnya. Di sana aku bertemu lagi dengan teman SD (reunian ceritanya. Hheee). Dan, begitulah seterusnya. Dari tempat perkuliahan, saya belajar satu hal, “bergaul dengan orang dewasa tidak sesulit dengan apa yang kita bayangkan, bahkan itu sangat menyenangkan. Mereka memiki banyak pengalaman yang bisa diceritakan untuk kita.”

Kira-kira begitulah hidup yang ku jalani sekarang. Berbagai problema yang dulu pernah mengancam hati ini,  sedikit demi sedikit mulai berkurang. “I believe, tidak selamanya aku akan terpuruk in dark. Suatu hari pasti ada secercah cahaya yang akan mengeluarkanku dari kegelapan itu. selama aku masih yakin. “ Hhhiihhii. sok puitis.

Sekarang nyambung ke topic percintaan. Untuk hal seperti itu, saya sangat berbeda dari kebanyakan kaum Adam yang lainnya. Perbedaan tersebut dapat dilihat dari kecendrungan untuk menjauhi wanita (yang bukan muhrim). Memang aneh sih, tapi itu saya lakukan karena prinsip hidup yang telah saya buat. Saya hanya akan mejalin hubungan dekat dengan seorang wanita apabila telah siap untuk menikah. InsyaAllah bisa!. Kalau belum siap, hal itu tidak akan  saya lakukan. Why ? Karena saya ingin menjauhi dosa dan memulihkan hati yang pernah terluka. wekekeee

Ketakutan terbesar saya adalah terletak pada suatu problema yang bisa membuat saya jauh dari sang pencipta. Jika saya bisa mengatasinya, maka itu akan sangat gimana gitu. SMART

*Allah always in Our Heart*Keep to Smile and Spirit*

*Allah akan selalu ada di dalam hati kita, jalani hidup dengan ceria dan semangat*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s