Buaya di Sangatta kembali Menelan Korban


Dela Handayani, (27/28) tahun, diterkam buaya sepanjang 3 meter di Sungai Sangatta, Kutai Timur, Kalimantan Timur, Jumat, 29 Agustus 2014. Dela tercatat sebagai warga Kampung Mujur Jaya 17 RT 37, Desa Sangatta Utara. Warga kampung ini bermukim di bantaran Sungai Sangatta. Setiap hari, mereka menggunakan air Sungai Sangatta yang disedot menggunakan mesin.

Proses Pencarian Hari Pertama :

Dari cerita warga di lokasi kejadian, tutur Hernowo, sekitar pukul 08.30 Wita, korban saat itu sedang memperbaiki pipa yang tersumbat di sungai. Saat sedang memperbaiki pipa, Dela tak sadar ada seekor buaya mendatangai dan langsung menyambar pinggangnya. “Korban sempat terlepas dari gigitan buaya itu, tapi disambar lagi,” kata Hernowo.

Korban sempat berteriak dan meminta tolong kepada adiknya, Firdaus, yang berada di dalam rumah di pinggir sungai. Ketika Firdaus sampai ke pinggir sungai, Dela sudah ditarik ke tengah sungai oleh seekor buaya. Firdaus pun tak bisa menolong.

 

Lokasi Dela Handayani diterkam Buaya

Menurut Hernowo, buaya muara di Sungai Sangatta tak hanya kali ini memangsa manusia. Diperkirakan, buaya muara terpaksa memangsa manusia lantaran persediaan makanan di Sungai Sangatta sudah semakin menipis. Apalagi saat ini memasuki musim hujan. Besar kemungkinan, buaya yang ada di hulu sungai menuju hilir sungai guna mencari makan.

Sejumlah warga sekitar TKP menyebutkan, korban diduga kuat diterkam seekor buaya ukuran panjang tiga meter lebih. “Saat itu, korban sedang masuk sungai untuk memperbaiki pompa,” terang Samsuddin – ayah korban.

Ditemukan

Seorang petugas keamanan PT Nawaraka Perkasa Nusantara yang hilang diterkam buaya di Sungai Sangatta, Kalimantan Timur, Jumat (29/8) sudah ditemukan Sabtu sore sekitar pukul 17.50 Wita dalam kondisi tidak bernyawa.

Kepala Basarnas (SAR) Sangatta, Bungga Losong yang dihubungi di pos pencarian, Sabtu mengatakan, Dela Handayani, korban yang diterkam buaya sudah ditemukan Sabtu sore dalam kondisi meninggal.

Korban langsung dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sangatta untuk diotopsi. Dia merupakan karyawan PT Nawaraka Perkasa Nusantara, perusahaan kontraktor keamanan pada tambang batubara PT Kaltim Prima Coal (KPC) di Kutai Timur, Kalimantan Timur.

“Korban ditemukan di sekitar 400 meter dari TKP dalam keadaan mengapung. Kondisi anggota tubuhnya masih utuh, namun bagian dada kanan berlubang akibat gigitan buaya,” kata Bungga Logong seperti dilaporkan media Minggu.

Menurut Bungga Losong yang lebih populer dengan sapaan Aleks, pencarian selama dua hari melibatkan berbagai unsur, seperti Basarnas (SAR), TNI AL, Kepolisian, Tagana, Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, PMI, BPBD dan puluhan masyarakat.

“Alhamdulillah kerja keras semua, tim berhasil menemukan korban, meskipun dalam kondisi sudah tak bernyawa. Hari ini juga tim yang terlibat berhenti,” katanya.

Mengapung

Proses Pengangkatan Jenazah Dela Handayani

Sementara Agus, warga Jalan Durian Sangatta Utara yang pertama kali menemukan korban mengatakan hanya melihat kepala dan rambutnya mengapung di pinggir sungai sekitar Dusun Masabang.

Menurut Agus, saat melihat rambut dan kepala mengapung dirinya langsung memanggil keluarga korban. Kemudian ada perahu yang mencari korban dipanggil dan pada saat bersamaan juga ada petugas SAR datang dan menjemputnya untuk dibawa pulang.

“Saya melihat waktu diangkat petugas, badannya semua utuh, hanya dada bagian kanan berlubang. Dia tidak pakai baju tapi menggunakan celana pendek berwarna merah,” kata Agus dengan nada semangat.

Dilaporkan juga bahwa dengan ditemukannya korban, suasana lokasi menjadi ramai karena warga berlarian ingin melihat langsung korban yang selama dua hari hilang.

Meskipun kondisi di sekitar lokasi pencarian becek dan licin karena diguyur hujan, ratusan orang tetap berlarian ingin melihat korban yang sudah dibawa dengan mobil ambulance.

Pencarian hari kedua ini juga melibatkan enam pawang terdiri atas dua pawang laki-laki dan empat pawang perempuan. Mereka tidak henti-hentinya membaca mantra-mantra dengan sesaji yang mereka persiapkan.

“Saya yakin sore ini korban ditemukan kata pawang Ernawati. Pokoknya buaya akan menyerah dan paling lama dua kali 24 jam sudah ditemukan korbannya,” kata Kaseng, pawang senior di Sangatta yang ditemui di atas perahu.

Korban Dela Handayani yang beralamat di RT 37 Gang Mujur Jaya Sangatta Utara diterkam buaya saat memperbaiki pipa dan pompa air di pinggir sungai, Jumat, sekitar pukul 08.30 Wita yang rumahnya hanya berjarak sekitar 50 meter dari lokasi.

Tewasnya Dela Handayani membuat kedua orang tuanya, Samsuddin (ayah) dan Maariadana (ibu) sangat sedih karena anaknya itu yang masih lajang itu tulang punggung keluarga.

Keluarga kecewa buaya ditembak

Keluarga Dela Handayani, korban yang diterkam buaya di Sungai Sangatta, Kutai Timur, Kaltim, Jumat (29/8), mengaku kecewa karena seorang petugas polisi menembak buaya pemangsa adiknya.

Menurut Samsuriana, kakak korban, keluarganya kecewa dan kesal juga, karena adiknya itu sudah kelihatan akan dikembalikan buaya, namun karena seorang polisi menembaknya makanya satwa itu menghilang lagi.

“Buaya itu kelihatan akan mengembalikan korban pada saya, tapi tiba-tiba polisi menembak, makanya buaya menghilang lagi membawa korban,” kata Samsuriana di rumahnya orang tuanya, Sabtu.

Dikatakan Samsuriana, dirinya melihat betul polisi berdiri di pinggir sungai mengarahkan senjatanya ke buaya yang menerkam Dela Handayani, adiknya itu.

Waktu polisi membidik buaya, Samsuariana saya lihat betul. Setelah ditembak tidak kena juga, bahkan buaya itu menghilang membawa adiknya.

“Makanya pawang marah betul buaya ditembak menggunakan senjata api,” katanya.

Hal senada juga dikatakan ayah korban, Samsuddin, bahwa ada polisi menembak buaya pemangsa anaknya tersebut.

Seperti dilaporkan, Dela Handayani, 26 tahun, anggota Secutiry PT Nawaraka Perkasa Nusantara, sebuah perusahaan kontraktor pada tambang batubara PT Kaltim Prima Coal (KPC) di Kutai Timur Kalimantan Timur, tewas diterkam buaya, Jumat (29/8).

Korban Dela Handayani yang tinggal bersama kedua orang tuanya di RT 37 Mujur Jaya Sangatta Utara, disambar buaya berukuran besar saat memperbaiki pipa dan pompa air di pinggir Sungai Sangatta, sekitar 50 meter dari rumahnya.

Kapolres Kutai Timur AKBP Edgard Diponegoro yang dikonfirmasi melalui ponsel pribadinya, tidak dapat dihubungi.  (KB)

Sumber :

SuaraKutim

AntaraNews

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s